Kenapa Kuli Juga Butuh Healing?

 kuli-juga-butuh-healing

Assalamualaikum. Salam 1 cetok! 🪣


Perkenalkan, saya tukang. Bukan travel blogger, bukan sultan.


Jam 7 pagi adukan sudah naik. Jam 12 siang panas Lombok kayak di atas wajan. Jam 5 sore punggung rasanya mau patah, baju penuh semen, tangan kapalan.


Orang lihat kita dekil, kotor, bau matahari. Padahal kita juga manusia yang butuh healing.


Selama ini orang kira healing itu harus ke Bali, harus nginep di villa, harus budget jutaan.


Padahal buat kita para kuli, healing itu sesederhana ini:


Healing versi kuli adalah:

Ngopi hitam + gorengan 5 ribu di warung depan proyek sambil ketawa-ketawa.

Duduk di atas dak cor-an yang baru jadi, lihat sunset Jonggat.

Mancing 30 menit di selokan, dapat gak dapat yang penting ngelamun.

Pulangnya lewat pantai, cuci muka pakai air laut, semua beban hilang.

Blog Kuli Healing ini isinya apa?

1. Catatan Proyek: Cerita lucu, capek, dan drama di lapangan. Dari mandor yang hilang sampai adukan yang keburu keras. 2. Healing Low Budget: Rekomendasi tempat healing di Lombok modal 0 - 35 ribu. Real, sudah saya coba sendiri. Bukan dari Google. 3. Tips Kuli Hemat & Sehat: Gimana caranya kerja berat tapi badan tetap waras, dompet tetap aman. 

Saya dari Jonggat, Lombok Tengah. Tukang asli Lombok yang tiap hari bergelut dengan cetok dan cangkul.


Kalau kamu juga pejuang proyek, tukang, kenek, kuli harian, atau bahkan owner yang dulu pernah jadi kuli, selamat datang. Blog ini rumahmu.


Capek boleh, menyerah jangan. Healing tetap jalan.



Komentar